perekonomian di Kota Tasikmalaya benar-benar menggeliat dan maju, karena banyaknya antusiasme para pengunjung dari seluruh Indonesia yang hendak menyaksikan langsung kemeriahan festival-festival tersebut. Tentunya festival-festival tersebut memperkenalkan Tasikmalaya di mata Indonesia dan mancanegara serta mengangkat perekonomian warga Tasikmalaya itu sendiri tentunya. Oleh karena itu juga, kini nama Tasikmalaya dikenal sebagai kota modern yang menjunjung tinggi kearifan budaya lokal, budaya Sunda khas Tasikmalaya.
Kota Tasikmalaya memiliki segudang potensi pariwisata, diantaranya adalah wisata alam, kerajinan, wisata belanja, wisata religi, seni, budaya, UKM, dll. Dalam potensi UKM dan kerajinan masyarakat, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya memiliki jumlah UKM terbesar setelah Bandung Raya (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat) di Jawa Barat. Kota ini memiliki segudang kerajinan beraneka bentuk dan rupa yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Dengan banyaknya UKM yang tersebar di kota ini, Kota Tasikmalaya disebut juga sebagai Kota UKM. Kerajinan khas Tasikmalaya antara lain adalah Bordir Tasikmalaya yang telah mendunia, Payung Geulis yang telah menjadi ikon Jawa Barat, Kelom Geulis, sandal tradisional asli buatan bangsa Indonesia, batik Tasikmalaya yang tidak kalah dari batik-batik lainnya di Pulau Jawa dengan ciri khasnya, dan kerajinan–kerajinan lainnya. Kota ini memiliki panorama alam seperti Situ Gede, Gunung Galunggung, Cipatujah, dan objek wisata lainnya ditata menjadi objek wisata alam yang menawan, sehingga sangat potensial dijadikan sebagai kota tujuan wisata di Indonesia.
Kota Tasikmalaya berada persis di tengah-tengah jantung bumi Priangan Timur dan Selatan, diapit oleh Ciamis dengan objek wisata Pangandaran-nya yang telah melegenda, Sumedang dengan objek wisata museum yang menyimpan sejarah perkembangan bumi priangan, dan Garut
dengan objek wisata Cipanas-nya yang tersohor. Dengan Posisi Kota
Tasikmalaya yang sangat strategis tersebut menjadikan kota ini sebagai
Pusat MICE terbesar di Jawa Barat setelah Kota Bandung dan Kota Bogor.
Banyak para pelaku tujuan bisnis, wisata, industri, pendidikan, dan
lain-lain menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai tempat yang tepat untuk
memulai aktivitasnya dan dijadikan base camp dari seluruh penjuru Pulau Jawa yang hendak ke Bumi Priangan.Salah satu jajanan yang paling terkenal enak dan banyak dikunjungi wisatawan luar kota adalah Mie Bakso Laksana. Makanan khas Tasikmalaya adalah Tutug Oncom atau biasa disebut TO. Makanan ini disajikan dengan nasi hangat dengan sambal goang, sayuran lalaban, tahu-tempe dan ayam goreng atau ikan asin. Kini, tutug oncom tersedia dalam bentuk kemasan abon tutug oncom, dan yang paling terkenal adalah Abon Tutug Oncom "Waroeng Nadya" buatan Ibu Yani yang dapat dibeli di toko oleh-oleh di Tasikmalaya.
Pusat jajanan dan oleh-oleh tersebar di Jalan Sutisna Senjaya
Rammona, RE Martadinata Raja Sale, Toko Roti Unyil Simpang Lima, Lintang
Leuwianyar, Supermarket Samudera HZ Mustofa & Asia Cihideung dan
Supermarket Asia Plaza, Toko Segar Singaparna, Kurnia Toserba Cikoneng.Pusat perbelanjaan Modern dan hiburan
- Guardian, Mayasari & Asia Plaza
- Ramayana Robinson mall Tasikmalaya (underconstruction)
- Sports Station, Mayasari Plaza Tasikmalaya
- d'Cost, Mayasari Plaza Tasikmalaya
- Solaria, Asia Plaza Tasikmalaya
- Pizza Hut, Asia Plaza Tasikmalaya
- ACE Hardware & Informa, Asia Plaza Tasikmalaya
- Bioskop 21, Tasikmalaya
- Gramedia, Tasikmalaya
- Toko Buku Kaharisma Tasikmalaya
- Asia Plaza
- Mayasari Plaza
- Yogya Tasik HZ
- Yogya Mitra Batik
- Asia departement store 1
- Asia departement store 2
- Borobudur departement store
- Matahari Departement store
- Agung Departement store HZ
- Samudra Toserba
- Giant hypermarket Mayasari
- Cahaya Departement Store
- Tasik Indah Plaza


Tidak ada komentar:
Posting Komentar